Media Informasi Kekinian

Definisi Pengertian Majas, Macam, Jenis dan Contoh

Definisi Pengertian Majas, Macam, Jenis dan Contoh
Definisi Pengertian Majas, Macam, Jenis dan Contoh

SIGERMEDIA.COM – Definisi Pengertian Majas, Macam, Jenis dan Contoh. Mengulas kembali pelajaran Bahasa Indonesia tentang apa itu majas, jenis majas dan contoh kalimat majas yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum majas dapat dikatakan sebagai insturmen yang penting namun tetap fleksibel, mengapa demikian?. Karena majas bisa digunakan baik secara lisan maupun tulisan tergantung ketepatan situasi maupun konteks dalam penggunaannya.

Ada banyak sekali penjelasan mengenai arti majas, baik dari keilmuwan ataupun para ahli maupun berdasarkan sumber kamus besar yang telah disempurnakan dan juga rujukan online yaitu wikipedia.

Cek Apa Itu Majas, Jenis Majas dan Contoh Majas

Definisi Majas Menurut WikiPedia

Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Pengertian Majas Menurut KBBI

Arti majas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau sebuah kiasan.

Pengertian Majas Menurut Aminuddin

Pengertian majas menurut Aminuddin adalah sebuah gaya bahasa dan cara yang digunakan oleh pengarang dalam memeparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapai.

Pengertian Majas Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan

Definisi majas menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis.

Pengertian Majas Menurut Goris Keraf

Arti majas menurut Goris Keraf yaitu pengertian majas adalah suatu majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu kejujuran, sopan-santun dan menarik.

Pengertian Majas Menurut Luxemburg dkk

Menurut Luxemburg dkk, pengertian majas adalah sesuatu yang memberikan ciri khas pada sebuah teks. Teks pada giliran tertentu dapat berdiri semacam individu yang berbeda dengan individu yang lain.

Macam Jenis Majas dan Contoh

Ada banyak sekali macam jenis majas yang perlu diketahui dan menjadi bagian dari syarat kesempurnaan sebuah karya, untuk itu kami sajikan lengkap untuk anda beserta contohnya.

Ada empat macam jenis majas yang menjadi kelompok besar diantaranya majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan juga majas penegasan. Untuk lebih jelasnya yuk mari disimak penjelasan lengkapnya dibahaw ini.

1. Majas Perbandingan, Jenis dan Contoh

Merupakan jenis majas dengan gaya bahasa yang digunakan untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian. Dalam majas perbandingan, teman-teman akan menjumpai beberapa subjenisnya.

Majas perbandingan masih dibagi ke dalam 9 subjenis majas, diantaranya sebagai berikut:

Majas Alegori

Merupakan suatu majas yang menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

Majas Alusio

Mengungkapkan suatu hal dengan kiasan yang memiliki kesamaan dengan yang telah terjadi sebelumnya.

Contoh: Megawati berhasil menjadi Kartini modern karena menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.

Majas Simile

Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, dll.

Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

Majas Metafora

Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.

Contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri. Totok itu seperti ananta.

Definisi Pengertian Majas, Macam, Jenis dan Contoh
Definisi Pengertian Majas, Macam, Jenis dan Contoh

Majas Antropomorfisme:

Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

Majas Sinestesia

Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.

Contoh: Dengan telaten, Ibu mengendus setiap mangga dalam keranjang dan memilih yang berbau manis. (Bau: indera penciuman, Manis: indera pengecapan)

Majas Antonomasia

Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.

Majas Aptronim

Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

Majas Metonimia

Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh: Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru.(Rokok merek Djarum)

Majas Hipokorisme

Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.

Contoh: Lama Otok hanya memandangi ikatan bunga biji mata itu, yang membuat Otok kian terkesima.

Majas Litotes

Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.

Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.

Majas Hiperbola

Mengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.

Contoh: Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.

Pengertian Majas Personifikasi

Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.

Contoh: Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.

Majas Depersonifikasi

Pengungkapan dengan membuat manusia menjadi memiliki sifat-sifat sesuatu bukan manusia.

Contoh: Hatinya telah membatu, padahal semua orang sudah berusaha menasihatinya.

Majas Pars pro toto

Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.

Contoh: Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.

Majas Totem pro parte

Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.

Contoh: Indonesia bertanding voli melawan Thailand.

Majas Eufimisme

Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus. Contoh: Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?

Majas Disfemisme

Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya. Contoh: Apa kabar, Roni? (Padahal, ia sedang bicara kepada bapaknya sendiri)

Fabel

Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. Contoh: Kucing itu berpikir keras, bagaimana cara terbaik untuk menyantap tikus di depannya.

Parabel

Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.

Perifrasa

Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.

Eponim

Menyebutkan nama seseorang yang memiliki hubungan dengan sifat tertentu yang ingin diungkapkan. Contoh: Kami berharap kau belajar yang giat agar menjadi Einstein.

Simbolik

Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

Asosiasi

perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.

2. Majas Sindiran, Jenis dan Contoh

Ironi

Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.

Sarkasme

Sindiran langsung dan kasar. Contoh: Kamu tidak dapat mengerjakan soal yang semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!

Sinisme

Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?

Satire

Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.

Innuendo

Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

3. Majas Penegasan, Jenis dan Contoh

Apofasis:

Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.

Pleonasme

Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke atas.

Repetisi

Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat. Contoh: Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.

Pararima

Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.

Aliterasi

Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan. Contoh: Dengar daku. Dadaku disapu.

Paralelisme

Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar.

Tautologi

Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.

Sigmatisme:

Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu. Contoh: Kutulis surat ini kala hujan gerimis. (Salah satu kutipan puisi W.S. Rendra)

Antanaklasis

Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.

Klimaks

Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting. Contoh: Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka.

Antiklimaks

Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.

Inversi

Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya. Contoh: Dikejar oleh Anna kupu-kupu itu dengan begitu gembira.

Retoris

Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.

Elipsis

Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.

Koreksio

Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.

Polisindenton

Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.

Asindeton

Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.

Interupsi

Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.

Eksklamasio

Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.

Enumerasio

Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.

Preterito

Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.

Alonim

Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.

Kolokasi

Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.

Silepsis

Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.

Zeugma

Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu. Contoh: Perlu saya ingatkan, Kakek saya itu peramah dan juga pemarah.

4. Majas Pertentangan, Jenis dan Contoh

Paradoks

Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.

Oksimoron

Paradoks dalam satu frasa.

Antitesis

Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.

Kontradiksi interminus

Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

Anakronisme

Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya