SIGERMEDIA.COM – Bahlil Lahadalia resmi dilantik menjadi Menteri Investasi, pada Rabu (28/4/2021). Bahlil adalah Menteri Investasi pertama di era Presiden Jokowi.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Bahlil tercatat memiliki kekayaan hingga Rp 300.445.709.773 yang terdiri atas aset berupa tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, surat berharga, serta kas dan setara kas.

Bahlil merupakan seorang pengusaha asal Fakfak, Papua Barat. Dirinya pernah menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) periode tahun 2015-2019.  Pria kelahiran 1976 itu akhirnya di daulat menjadi Menteri Investasi setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tahun 2019.

Baca Juga: Jokowi Lantik Menteri Investasi, Mendikbudristek, dan Kepala BRIN

Baru dilantik, Bahlil mengaku bahwa dirinya diberikan target realisasi investasi oleh sebesar 900 triliun tahun ini. Ia lantas menyanggupinya.

“Soal target investasi, tahun ini Rp 856 triliun dari Bappenas, tapi Bapak Presiden meminta Rp 900 triliun. Sebagai prajurit saya jalankan, siap Bapak Presiden.” Ujar Bahlil, dilansir dari Antara, pada Kamis (29/4/2021).

Bahlil menjelaskan bahwa dirinya telah memiliki target yang akan dicapai dalam waktu dekat, yaitu target internal dan eksternal. Target internal meliputi konsolidasi organisasi hingga penyelesaian sistem Online Single Submission (OSS). Karena menurutnya, sekitar bulan Juli harus sudah berjalan sistem OSS tersebut.

Baca Juga: Capai Triliunan, Dapatkah Warga Sipil Membeli Kapal Selam Baru?

“Karena kita bulan Juni-Juli sudah harus on going (OSS).” Ujarnya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa target eksternal yang akan dilakukan yaitu mendorong realisasi investasi. Ia akan melakukan komunikasi dengan sejumlah investor potensial, termasuk Tesla.

“Kita lagi ada fokus untuk melakukan komunikasi, termasuk Tesla dan beberapa perusahaan lain yang tidak bisa saya sebutkan. Yakinlah bahwa di tahun-tahun ini ada dua, tiga ‘barang baru’ yang akan saya sampaikan pada waktunya.” Terang Bahlil.