SIGERMEDIA.COM – Petani kopi di Kabupaten Lampung Barat keluhkan harga biji kopi merosot hingga 17.000/kg, padahal diketahui sebelum pandemi Covid-19 harga bijih kopi berkisar 25.000/kg. Akhirnya sejumlah petani memilih untuk menunda panen kopi sementara waktu.

Baca Juga : Sekolah Tatap Muka di Bandar Lampung Kembali Ditunda Hingga Juli

Para petani kopi menganggap harga tersebut tidak sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar upah petik dan upah angkut.

“Dengan harga jual 15 ribu per kilogram, dan paling tinggi 17 ribu per kilogram itu tidak sesuai karena ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan mulai dari upah petik dan juga upah angkut dari kebun.” Ucap salah seorang petani kopi di Sekincau, Lampung Barat, Tamhuri, dilansir dari Antara, pada Senin (29/3/2021).

Baca Juga : Stok Beras Bulog Dipastikan Aman, Diprediksi 1,4 Juta Ton Cadangan Sampai Juni

Pandi, seorang pengusaha kopi Liwa juga angkat bicara mengenai merosotnya harga kopi. Ia mengatakan bahwa anjloknya harga kopi dikarenakan permintaan komoditas itu di pasaran turun karena dampak pandemi Covid-19. Sehingga berpengaruh pada harga jual ditingkat petani.

Baca Juga : Terusan Suez Kembali Normal Setelah Kapal Raksasa Ever Given Berhasil Bebas

“Kalau sebelumnya saya biasa beli kopi dari petani diharga 15 ribu per kilogram dan kopi premium 17 ribu per kilogram, sekarang harganya dibawah itu karena permintaan kopi sedikit.” Ucap Pandi.

Baca Juga : Jusuf Kalla Ingatkan Adanya Potensi Teror, Masyarakat Diminta Waspada

Ia berharap agar pemerintah daerah memberi perhatian kepada petani kopi agar harga bijih kopi segera kembali normal, terlebih mengingat bahwa Provinsi Lampung merupakan pemasok kopi robusta yang cukup besar dan merupakan salah satu komoditas andalan Provinsi Lampung untuk diekspor dengan rata-rata produksi tahunan mencapai 100 – 200 ribu ton dengan luas areal perkebunan kopi mencapai 163.837 Ha.

Kontributor – Ariski S
Editor – Devi Ari L