Membongkar Ruko yang Menyerobot Fasilitas Umum, Pedagang Harus Dicarikan Tempat Pengganti yang Layak

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membongkar bangunan rumah toko (ruko) yang menyerobot fasilitas umum (fasum) di wilayah Pluit, Jakarta Utara. Meskipun demikian, anggota DPRD DKI Jakarta, Gani Suwondo, berharap pemerintah juga harus memerhatikan nasib pedagang yang terkena dampak pembongkaran.

Gani mendukung kebijakan pembongkaran tersebut, tetapi ia bertanya, “Mereka mau ke mana UMKM di sana?” Beberapa pedagang tidak bisa berjualan setelah pembongkaran. Hal itu terlihat saat Gani mengunjungi lokasi ruko yang dibongkar.

Maka dari itu, Gani meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) untuk mencari tempat pengganti yang layak untuk pedagang yang terkena dampak pembongkaran.

Dalam kunjungannya ke lokasi tersebut, Gani membantah bahwa dirinya datang untuk menjadi provokator seperti yang dituduhkan ketua RT setempat. Dia mengklaim kedatangan dirinya untuk mendengar aspirasi warga yang tidak memiliki tempat berdagang.

Selain itu, Gani juga akan mendengarkan keluh kesah seluruh RT dan RW guna mencari solusi atas permasalahan tersebut. “Hari ini saya reses ke sana, saya undang seluruh RT dan RW dan saya juga undang Dinas PPKUKM,” kata Gani.

Namun, ketua RT 011/03 Pluit, Riang Prasetya, menyesalkan kunjungan anggota DPRD DKI itu karena menyoroti soal penyewa ruko yang menganggap dirinya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, pelaku UMKM tak bisa dibenarkan jika nyatanya mereka membuka usaha di atas saluran air dan bahu jalan.

Riang menegaskan, bahwa hal itu bukan urusan UMKM, tetapi lebih ke persoalan pelanggaran aturan. Ia juga menyesalkan adanya unjuk rasa sejumlah pihak pada Rabu (24/5) di kawasan Pluit karena ketika kegiatan itu berjalan ada beberapa orang yang menghina nama baik dan profesi sebagai Ketua RT.

Setelah menunjukkan foto penyewa ruko yang dianggap menjadi provokator demonstrasi, Riang kembali memperlihatkan foto lainnya yang menampilkan sosok terduga provokator bertemu dengan Gani Suwondo dan anggota DPR Darmadi Durianto di depan salah satu ruko pada Kamis (25/4).

Namun, Gani membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa dia hanya ingin mencari solusi terbaik untuk pedagang yang terkena dampak pembongkaran ruko.