Wakil Presiden Minta Menteri dan Kepala Lembaga TPPS Buat Strategi Terobosan untuk Capai Target Penurunan Stunting di Indonesia

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta para menteri dan kepala lembaga yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat pusat untuk membuat strategi terobosan guna mencapai target penurunan angka kasus stunting pada anak. Pemerintah menargetkan menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Prevalensi stunting di Indonesia pada 2022 masih 21,6 persen dan pemerintah harus bisa menurunkan prevalensi stunting sebesar 7,6 persen untuk mencapai target tahun 2024.

Intervensi strategis apa yang dapat mendorong penurunan stunting lebih cepat dari capaian sebelumnya akan menjadi tantangan bagi semua pihak untuk mencapai target tersebut.

Percepatan penurunan prevalensi stunting sudah berjalan selama lima tahun, dan prevalensi stunting di Indonesia sudah menurun signifikan dibandingkan pada awal pelaksanaan upaya percepatan penurunan stunting tahun 2018.

Dalam upaya mengatasi stunting, kementerian dan lembaga pemerintah telah melakukan pendampingan terpadu di 12 provinsi prioritas dan kegiatan keliling di 34 provinsi. Namun, lebih dari 80 persen kabupaten/kota masih menghadapi masalah dalam tata kelola pelaksanaan program serta pencapaian target intervensi spesifik dan sensitif dalam penanggulangan stunting.

Pemantauan perkembangan pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan stunting secara berkala dapat membantu dalam mengetahui perkembangan, capaian, dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

Dalam arahannya pada penutupan rapat, Wakil Presiden meminta seluruh pemangku kepentingan terkait fokus membuat strategi terobosan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting, termasuk memperbaiki perencanaan penganggaran, koordinasi, serta pelaksanaan hingga evaluasi program.

Pengoptimalan peran para kader yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting juga penting dilakukan. Kementerian Dalam Negeri bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan harus mengembangkan instrumen khusus dalam pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan stunting di tingkat desa/kelurahan.

Maka, perlu adanya dukungan dari semua pihak untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.