Bank Sentral ASEAN punya peran penting dalam mendukung transisi keuangan hijau yang terus berlangsung di seluruh dunia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral harus mendukung pelaksanaan transisi keuangan hijau dan berbagai inisiatif global yang sedang berjalan.

BI sendiri telah mengeluarkan kebijakan makroprudensial yang mendukung pembangunan hijau dan berkelanjutan. Di antaranya, memberikan insentif berupa penambahan likuiditas bagi bank yang memberikan pembiayaan kepada proyek hijau, serta mengeluarkan kebijakan Loan to Value (LTV) sebesar 100 persen untuk proyek hijau.

BI juga memberikan pendampingan teknis dan pembangunan kapasitas melalui workshop persiapan dan pembiayaan proyek pembangunan kepada pemerintah daerah. Selain itu, pengelolaan devisa BI juga diinvestasikan dalam aset yang dikonfirmasi dalam keuangan hijau dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan transisi keuangan hijau, Bank Sentral ASEAN lainnya juga perlu melakukan langkah-langkah yang sama. Hal ini dimaksudkan agar komitmen dan dukungan untuk transisi keuangan hijau dapat terus berjalan sesuai harapan.

Dengan begitu, masyarakat akan mendapat manfaat berupa akses keuangan yang lebih baik, serta investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.