SIGERMEDIA.COM – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan kepada para guru bahwa ilmu pengetahuan yang diberikan kepada siswa harus dibarengi dengan kesehatan jiwa dan raga.

“Hati-hati, kita sudah lama melupakannya. Kalau anak didik kita tidak sehat jasmani dan rohani, maka pendidikan yang terbaik pun akan sia-sia,” kata Presiden saat menghadiri peringatan HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.

Menurut Presiden, kesehatan fisik dan mental mahasiswa seringkali dilupakan dalam upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik. Padahal kesehatan jiwa dan raga itu sangat penting.

Ia mencontohkan, sembari meningkatkan kesehatan fisik siswa, perlu diupayakan pencegahan stunting. (*dua*)

“Guru dan guru laki-laki harus melihat apakah siswanya berpikiran terbuka atau tidak. Pola hidup sehat harus dikenalkan sejak dini, makanan sehat dan olahraga yang cukup sebagai kebiasaan sejak dini,” ujarnya.(*2 *)

Presiden mengatakan bahwa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi tidak ada gunanya jika siswa tidak sehat jasmani dan rohani.

Menurut Presiden, penyakit fisik dan mental merupakan faktor yang dapat menyebabkan banyak angka nol untuk mencapai kesuksesan di bidang pendidikan.

“Katakanlah peringkat 10, tetapi jika Anda sakit dan sakit, peringkat terakhir adalah sepuluh kali nol, yang sama dengan nol.

Secerdas apa pun anak didik kita, misalnya rata-rata skornya empat, tapi sakit jiwa atau sakit fisik, rata-rata skornya empat kali nol, nol lagi,” ujar ketua (*2).*)

Oleh karena itu, mengingatkan bahwa guru juga bertanggung jawab untuk menghasilkan sumber daya manusia terbaik dalam hal prestasi akademik, karakter sosial dan kebangsaan, serta kesehatan fisik yang baik.

(* 1 *) “Itu harus sempurna. Sulit bagi semua laki-laki dan perempuan,” ujar Presiden Jokowi.