SIGERMEDIA.COM – Penanganan pasien korban di RS setempat dipastikan akan menggunakan sistem triase guna memaksimalkan pelayanan oleh Kemenkes.

Sistem triase ini sangat penting untuk dilakukan demi mengutamakan serta mengoptimalkan pelayanan terhadap para pasien korban gempa cianjur.

Proses ini dilakukan dengan membagi berdasarkan zona tingkat keparahan berdasarkan kondisi dari pasien tersebut, ujar Plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes, Sumarjaya.

Pihaknya juga menuturkan hingga saat ini tidak ada penumpukan pasien di RSUD, ujar Sumarja Rabu, 23/11/22.

“Dengan sistem tersebut tidak ada penumpukan pasien yang sangat serius di rumah sakit di Cianjur. Metode-metode yang kita lakukan bisa memaksimalkan pelayanan korban gempa bumi,” kata Sumarjaya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pada Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB jumlah pasien korban gempa bumi Cianjur mencapai sekitar 2.300 orang. Jumlah itu terdiri dari pasien luka berat dan luka ringan.

Kategori pasien dalam triase IGD dibedakan berdasarkan kode warna, mulai dari merah, kuning, hijau, dan hitam.

Warna merah menunjukkan pasien prioritas pertama yang berada dalam kondisi kritis (mengancam nyawa). Sehingga memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin.

Jika tidak diberikan penanganan dengan cepat, kemungkinan besar pasien akan meninggal. Contohnya adalah pasien yang kesulitan bernapas, terkena serangan jantung, menderita trauma kepala serius akibat tertimbun reruntuhan bangunan, dan mengalami perdarahan luar yang besar.

Warna kuning menandakan pasien prioritas kedua yang memerlukan perawatan segera, tetapi penanganan medis masih dapat ditunda beberapa saat karena pasien dalam kondisi stabil.

Meski kondisinya tidak kritis, pasien dengan kode warna kuning masih memerlukan penanganan medis yang cepat. Pasalnya, kondisi pasien tetap bisa memburuk dengan cepat dan berisiko menimbulkan kecacatan atau kerusakan organ.